Program Project Desa MBKM UNPAR Tahun 2021-2022

Kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) diluncurkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dengan harapan agar dapat menjadi kerangka untuk menyiapkan mahasiswa menjadi sarjana yang tangguh, relevan dengan kebutuhan zaman, dan siap menjadi pemimpin dengan semangat kebangsaan yang tinggi. Melalui program ini, terbuka kesempatan luas bagi mahasiswa untuk memperkaya dan meningkatkan wawasan, serta kompetensinya di dunia nyata.

Seiring dengan berjalannya waktu, impelementasi kebijakan MBKM terhadap perguruan tinggi pun semakin gencar. Menjawab kondisi tersebut, UNPAR perlahan ikut serta dalam kegiatan-kegiatan MBKM yang ditawarkan dan juga memulai menyelenggarakan program internal MBKM di lingkungan UNPAR sendiri. Salah satunya, melalui LPPM UNPAR yang menginisiasi Program Project Desa MBKM, dimulai pada Semester Ganjil Tahun Ajaran 2021/2022 ini.

Program Project Desa MBKM merupakan bagian dari program MBKM UNPAR yang melibatkan para mahasiswa sarjana aktif (minimal semester 5) di program studi tertentu untuk mengembangkan keilmuannya dengan praktik di desa yang dipilih sebagai mitra sekaligus memberdayakan masyarakat di desa tersebut, tentunya dengan mengikuti ketentuan-ketentuan yang menjadi syarat MBKM. Sebagai awal, program ini diikuti oleh 2 (dua) program studi sarjana, yaitu Ilmu Administrasi Bisnis dan Teknik Kimia. Masing-masing program studi mengirimkan 2 orang mahasiswa. Untuk kali ini, Program Project Desa MBKM tersebut berlangsung juga di 2 lokasi yang berbeda, yaitu Desa Cigawir (Prodi IAB) dan Desa Selaawi (Prodi Teknik Kimia) yang sama-sama terletak di Kabupaten Garut. Kedua desa tersebut juga menjadi mitra desa dalam kegiatan Desa Sejahtera Astra (DSA) yang merupakan kerja sama antara UNPAR dengan PT Astra International Tbk, sehingga melalui program ini terjalin kolaborasi antara 3 (tiga) pihak, yaitu perguruan tinggi, industri, dan pemerintah (desa/kabupaten).

Dengan adanya Program Project Desa MBKM ini, berharap UNPAR secara institusi semakin banyak terlibat dan bertanggungjawab dalam pengelolaan MBKM, serta dapat semakin meningkatkan jumlah mahasiswa maupun dosen yang terlibat dalam MBKM. Hal itu juga menjadi refleksi dalam merespon tawaran-tawaran kegiatan MBKM, baik dari kementerian maupun lembaga-lembaga negara lainnya, yang mensyaratkan pengalaman dosen dalam mengelola kegiatan MBKM.

Melihat tantangan dan peluang MBKM di masa depan, semoga Program Project Desa MBKM sebagai salah satu alternatif dalam implementasi Kebijakan MBKM UNPAR, ke depannya dapat diikuti oleh semakin banyak program studi dan tentunya juga oleh mahasiswa maupun dosen di lingkungan UNPAR. (Arnold Rurry_Kepala Divisi Pengembangan Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM UNPAR)

X