Pemkab Majalengka Ajak UNPAR-ASTRA Kembangkan Potensi Desa

Pemerintah Kabupaten Majalengka mengajak Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) terus bersinergi memberikan pembinaan terhadap desa-desa di Majalengka guna mengembangkan dan menggali potensi produk lokal. Di sisi lain, Department Head CSR PT Astra International Tbk Bondan Susilo mengatakan, kerja sama triplehelix bersama UNPAR mampu mengembangkan kurang lebih 30 desa di Jawa Barat.

Hal tersebut mengemuka dalam acara pembukaan Bandung Art Month yang berlangsung secara hybrid, pada Senin (4/10/2021). Sekaligus dimulainya pameran “Erfahrung Rattan” Bumdes Sunar Harapan, Desa Leuwilaja, Kabupaten Majalengka, yang berlangsung hingga 9 Oktober 2021 di Thee Huis Gallery, Taman Budaya Jabar. 

Pameran “Erfahrung Rattan” tersebut terselenggara atas kerja sama UNPAR, Pemerintah Desa Leuwilaja, dengan dukungan Program Kampung Berseri ASTRA. Pameran tersebut bertujuan memperkenalkan kerajinan rotan yang menjadi bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Ini pun merupakan bagian dari pengabdian masyarakat dan tanggung jawab UNPAR sebagai lembaga pendidikan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi masyarakat Jabar.

Bupati Majalengka, Dr. H. Karna Sobahi, M.M.Pd., mengatakan Pemkab Majalengka mengapresiasi kagiatan ini, karena di masa pandemi Covid-19, masyarakat desa mendapatkan tekanan ekonomi. Pemberdayaan masyarakat desa dengan mendorong geliat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pun harus dilakukan. 

“Ketika saya kedatangan tim dari UNPAR dan berdiskusi lebih jauh, tentu ini menjadi sebuah peluang yang bisa dimanfaatkan oleh kami Pemkab Majalengka untuk bersinergi dan bekerja sama dengan Perguruan Tinggi dalam rangka refleksi Tri Dharma. Semua desa di Majalengka berpeluang untuk dikembangkan menjadi desa tematik, apalagi jika melihat potensi pariwisatanya,” tuturnya.

Dia pun berharap, UNPAR senantiasa mendukung pengembangan perekonomian di Desa Leuwilaja, termasuk turut serta membantu proses pemasaran produk kerajinan rotan Leuwilaja. Tak hanya itu, sinergi lebih lanjut diharapkan juga dapat terjalin dengan desa-desa lain di Majalengka.

“Kami menyadari betul, sehebat apapun potensi dan produk yang kami miliki, tapi jika tidak punya kemampuan memasarkan, maka produk itu hanya akan menjadi kebanggaan lokal. Kami harapkan, kegiatan pameran ini memperluas pemahaman masyarakat bahwa di Leuwilaja ini ada potensi yang luar biasa,” ucapnya.

Kendala lain yang dihadapi pihaknya adalah sektor sumber daya manusia (SDM) yang dinilai masih perlu pembinaan agar masyarakat desa bisa bergerak seperti layaknya Desa Leuwilaja. 

“Kendala yang kami hadapi di sektor SDM, masih perlu pembinaan, bimbingan teknis. Sehingga diharapkan LPPM UNPAR ini bisa terus bersinergi dengan Desa Leuwilaja dan desa-desa lain di Majalengka. Saya yakin, desa-desa di Majalengka masih banyak yang bersifat orisinal, belum tergali potensinya,”  ujarnya.

Department Head CSR PT Astra International Tbk Bondan Susilo pun mengatakan, Astra berkomitmen untuk memberikan manfaat dan membantu melalui program kontribusi sosial berkelanjutan yang berfokus pada 4 pilar, yaitu kesehatan, pendidikan, kewirausahaan, dan lingkungan. Salah satu kontribusi tersebut adalah melalui program Kampung Berseri ASTRA-Desa Sejahtera ASTRA.

“UNPAR senantiasa menjadi mitra kami membantu mengembangkan kurang lebih 30 desa terutama di Jabar. Sampai saat ini, report yang kami lakukan terakhir secara bersama-sama sudah melakukan paparan ke 4.429 masyarakat dan di antaranya itu 382 terserap tenaga kerja baru dengan meningkatnya pendapatan. Dan 99 persen produknya mulai terserap pasar,” tuturnya.

Dia pun mengungkapkan, Astra Internasional bersama UNPAR mendukung agar Desa Leuwilaja mencapai kemandirian desa. Melalui pameran ini, diharapkan kerajinan rotan dan produk UMKM Desa Leuwilaja makin dikenal lebih luas.

Sementara itu, Rektor UNPAR Mangadar Situmorang, Ph.D. menyampaikan apresiasinya karena UNPAR turut serta dalam pembangunan masyarakat desa. Dalam konteks Perguruan Tinggi, ini merupakan bagian dari Tri Dharma, khususnya Dharma pengabdian kepada masyarakat.

“Maka sangat layak dan pantas, saya atas nama UNPAR menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan pengabdian masyarakat ini. Ini merupakan wujud dari apa yang kita sebut triplehelix, antara Perguruan Tinggi, pemerintah, dan korporasi,” ujarnya.

Rektor pun berharap, kerja sama ini bisa terus dilanjutkan dalam konteks program Kampus Merdeka. Dimana Perguruan Tinggi didorong untuk terlibat dan bekerja bersama dengan masyarakat, industri, pemerintah, dan pihak terkait lainnya.

“Bersamaan dengan apresiasi, diharapkan kerja sama ini bisa terus dilanjutkan dalam konteks program Kampus Merdeka. Ini menjadi jawaban untuk kita semua agar bisa mempercepat proses pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” tutur Rektor. 

Usai pembukaan pameran, acara dilanjutkan dengan, pemutaran video dokumenter, fashion show, dandiskusi bersama tiga pembicara, yaitu Kepala Desa Leuwilaja Soim; Anggota DPRD Provinsi Jabar Dr. Abdy Yuhana, SH., MH.; dan Tim Pengabdian Kampung Berseri ASTRA-UNPAR Diyanto, S.Sn. Diskusi dipandu oleh PIC Kegiatan Pengabdian ASTRA-UNPAR Desa Leuwilaja Andreas Doweng Bolo, S.S., M.Hum. (Ira Veratika SN-Humkoler UNPAR)

X