Dukung Ekspor Produk Kriya, ASTRA Gelar Seremoni Ekspor DSA Klaster Kriya 2022

Dalam rangka peningkatkan komoditas ekspor produk kriya, Astra menyelenggarakan Seremoni Ekspor DSA (Desa Sejahtera Astra) Klaster Kriya pada tanggal 26 Juli 2022 yang berlokasi di Hutan Pinus Mangunan, Bantul, Yogyakarta. Acara ini dihadiri oleh:

  • Nur Asia Uno selaku Penasihat Darmawanita Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
  • Agus Sulistiyana selaku Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Bantul
  • Harlina Sulistyorini selaku Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi
  • Triyanto selaku Head of Social Engagement Astra

Dalam acara seremoni ini, DSA Klaster Kriya yang terlibat beberapa di antaranya adalah DSA dampingan UNPAR yang berlokasi di Jawa Barat yaitu DSA Kabupaten Garut dan DSA Kabupaten Majalengka. DSA Kabupaten Garut yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Desa Mekarsari (dengan PIC Gandhi Pawitan, Ir., M.Sc., Ph.D.), Desa Putrajawa (dengan PIC Dr. Rulyusa Pratikto, S.AB., M.S.E.), dan Desa Selaawi (dengan PIC Dr. Theresia Gunawan, S.Sos. MM., M.Phil.). Untuk DSA Kabupaten Majalengka diwakili oleh DSA Leuwilaja (dengan PIC Andreas Doweng Bolo, S.S., M.Hum.). Keempat desa tersebut merupakan desa dampingan UNPAR dengan produk unggulan berupa olahan kriya. DSA Kabupaten Garut berfokus dengan bahan dasar utama berupa bambu, sedangkan DSA Kabupaten Majalengka, dalam hal ini Desa Leuwilaja, berfokus dengan bahan dasar utama berupa rotan.

Selain itu DSA lainnya yang terlibat yaitu DSA Deli Serdang, DSA Singkawang, DSA Flores, dan DSA Batu, Malang.  Acara diawali dengan kunjungan ke booth pameran produk-produk dari DSA kriya, dilanjutkan dengan kata sambutan dari tamu undangan khusus yang hadir, peragaan busana produk kriya, kemudian dilanjutkan dengan seremoni pelepasan ekspor produk DSA kriya.

Para tamu undangan, khususnya Ibu Nur Asia Uno mengapresiasi produk-produk Kriya yang dipamerkan dan program DSA yang berhasil membina, serta menggali potensi kreatif desa sehingga membangkitkan perekonomian masyarakat desa. Beliau pun menyebut bahwa “Dengan kualitas bagus, kita bisa menang di tingkat dunia dan punya pelanggan loyal”. Begitu juga dengan Ibu Harlina Sulistyorini yang menjelaskan bahwa salah satu kunci penguatan desa adalah dengan berkolaborasi bersama pihak lain untuk kemudian melakukan pengembangan BUMDes dan pemenuhan bahan baku.

Melalui acara seremoni ini, dapat dilihat sinergi kerja sama antara pemerintah melalui kementerian yang terkait bersama dengan pihak industri, dalam hal ini Astra, dan juga UMKM beserta dengan perguruan tinggi, yang tentunya dapat memaksimalkan potensi industri kreatif terutama dalam bidang olahan kriya, baik di tingkat nasional maupun internasional.

X