Dosen UNPAR Berbagi Tips Menulis dan Publikasikan Buku Hasil Penelitian

UNPAR.AC.ID, Bandung – Jurnal dan buku merupakan salah satu pilihan publikasi yang cukup digemari oleh masyarakat luas. Meskipun demikian, buku seringkali dianggap sebagai publikasi yang abadi dan memiliki peran besar dibandingkan dengan jurnal. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, jurnal bisa saja berubah. Di sisi lain, buku memfasilitasi hal-hal atau prinsip dasar yang digunakan oleh perkembangan tersebut. 

Hal tersebut mengemuka dalam sesi Sharing Knowledge pada Workshop Penulisan Buku yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Katolik Parahyangan (LPPM UNPAR) secara daring, pada Selasa (2/8/2022) lalu. Hadir sebagai pembicara di antaranya Dosen Fakultas Filsafat UNPAR Dr. R. Fransiskus Bhanu Viktorahadi, Pr., S.Ag., L.Th. dan Dosen Fakultas Teknik UNPAR Prof. Bambang Suryoatmono, Ph.D.

Dr. R. Bhanu berbagi cerita bagaimana dirinya termotivasi untuk membuat buku bagi peserta extension course. Buku ajar tersebut dibuat dengan harapan menjadi pegangan agar peserta memahami materi secara lebih mendalam. Selanjutnya, dia pun memotivasi para pemateri untuk menyediakan naskah lengkap dari materi yang akan disampaikan. Setelah semuanya terkumpul, proses editing dilakukandan mengirimkannya kembali kepada pemateri untuk memeriksanya. Setelah selesai, dia mengajukannya sebagai bentuk naskah jadi kepada penerbit hingga akhirnya dipublikasikan. 

“Untuk berikut-berikutnya saya menerapkan mekanisme semacam itu. Jadi untuk membuat satu publikasi dari kegiatan penelitian sekaligus pengabdian ini saya meminta dari para pemateri untuk menyampaikan materinya secara lengkap,” tuturnya.

Menurutnya, penulis memiliki kebebasan untuk mulai menulis dengan mengikuti sistematika ataupun apa yang ada di kepala penulis. Namun, penting untuk penulis mengetahui sistematika yang menjadi pegangan penerbit yang dituju. Dengan sistematika, penulis bisa terbantu dalam menata gagasan yang ada di kepala khususnya untuk publikasi ilmiah. 

“Kita perlu memiliki kelenturan dalam upaya mempublikasikan. Jangan terlalu memaksakan penggunaan mekanisme/sistematika yang biasa kita pakai kalau kita memang ingin menerbitkan/mempublikasikan tulisan kita itu pada satu penerbit tertentu yang memiliki patokan tersendiri,” ucapnya.

Dia juga menyatakan bahwa peristiwa writer’s block sering terjadi dalam penulisan buku. Menurutnya, penting untuk penulis memiliki kerangka dan rencana jelas tahapan penulisan buku. Penulis juga harus bisa membuat suatu timeline penulisan dari awal hingga selesai. Maka dari itu, penting untuk penulis bisa mendisiplinkan diri dalam mengatur waktu. Selain itu, ia memberikan tips untuk tidak memaksakan satu bagian untuk tuntas terlebih dahulu sebelum berpindah ke bagian lain. 

“Kalau kita sudah memiliki kerangka atau butir-butir yang sudah kita tetapkan di masing-masing bab tersebut, kita bisa dengan relatif mudah untuk mencari cara untuk tulisan kita tidak mandek,”ujarnya. 

Lebih lanjut, dia membagikan tips agar penulis dapat menulis naskah sampai selesai yaitu :

  1. Mempunyai rencana gagasan yang jelas dari titik awal, tahapan-tahapan, sampai titik akhir yang nantinya akan ditata.
  2. Mendisiplinkan diri dalam arti mengatur waktu,buat timeline, dan punya deadline yang jelas.

Sementara itu,  Dosen Fakultas Teknik UNPAR Prof. Bambang Suryoatmono, Ph.D. turut membagikan pengalamannya dalam menulis dan menerbitkan buku. Menurutnya, pemilihan penerbit menjadi satu hal krusial.

Beberapa tips dalam memilih penerbit, antara lain :

  1. Pastikan penerbit merupakan anggota Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI).
  2. Penerbit dapat mengurus perolehan International Standard Book Number (ISBN). 
  3. Penerbit memiliki jaringan distribusi ataupun penjualan daring.
  4. Penerbit memberikan royalti menarik.
  5. Penerbit memiliki editor untuk melakukan proses penyuntingan naskah dan diskusi.

“Kalau memilih penerbit itu patokan yang bisa kita pegang yaitu IKAPI, legalitasnya jelas kalau anggota dari salah satu ikatan ini,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan proses dalam mempublikasikan buku, yakni :

  1. Penulis menulis naskah buku hingga selesai.
  2. Penulis meminta lebih dari satu sejawat untuk me-review naskah yang telah ditulis. Nama orang yang melakukan review dapat dituliskan di prakata nantinya. 
  3. Penulis menawarkan naskah kepada penerbit yang telah dipilih. 
  4. Jika diterima, penulis akan menandatangani kontrak perjanjian dengan penerbit. 
  5. Proses penyuntingan oleh editor dari penerbit. 
  6. Buku diterbitkan dan pemantauan proses penjualan buku.
  7. Penulis dapat menikmati hasil penjualan buku/royalti. 

“Nikmati saja proses menulis buku jangan dianggap sebagai beban tetapi sebagai sesuatu yang kita nikmati,” ujarnya. (KTH/JES-Humkoler UNPAR)

X