Home / Berita / Melalui Program Score Unpar Bina Ratusan UKM di Indonesia

Melalui Program Score Unpar Bina Ratusan UKM di Indonesia

Jimbaran, DenPost

Program Score Universitas Parahyangan (Unpar) yang menjadi program unggulan untuk meningkatkan efektivitas manajerial dan produktivitas kinerja Usaha Kecil dan Menengah (UKM), mendapatkan respon positif dari pelaku pasar dan dunia industri. Karena memberikan implikasi dan manfaat sangat besar.

“Sustaining Competitive & Responsible Enterprises (Score) merupakan suatu program yang diinisiasi oleh International Labour Organization (ILO) yang diadaptasi dan dibesut Business & Export Development Organization (BEDO), dan telah dilakukan riset dan studi oleh Universitas Katolik Parahyangan. Setelah hampir dijalani hampir 100 pelaku UKM dengan peningkatan omzetnya dan efisiensi kinerja yang demikian signifikan, “kata Program Manager Business & Export Development Organization, Jeff Kristianto, di sela-sela peluncuran buku “Efektivitas Program Score UNPAR dalam Revitalisasi Bisnis UKM” di Bali Paragon Resort Hotel, Jimbaran, Badung, Sabtu (8/12) lalu.

Menurutnya, Business & Export Development Organization adalah sebuah lembaga knowledge sharing dan experience sharing yang telah berkolaborasi program-program unggulannya dengan pihak pemerintah, perguruan tinggi dan swasta. “Pada dasarnya UKM memerlukan penambahan wawasan agar dapat berkembang, dan modul program Score Unpar dengan berbagai model ini diterapkan cara ringkas dan sederhana. Dengan demikian, UKM akan memacu produktivitas manajerial kerja, sebab produktivitas bukan hanya dikarenakan dukungan mesin dan jumlah tenaga kerja ditambah ketika diberikan cara berkomunikasi dengan baik. Kondisi ruangan kerja bersih dan suasana kerja yang baik. Salah satu antaranya, pemberian label pada setiap elemen pendukung aktivitas kerja,” tutur Dr. Judith Felicia Irawan, MT., dari Universitas Katolik Parahyangan.

Dari beberapa UKM yang telah dibina, rata-rata mendapatkan penghargaan dari pemerintah berupa high productivity and achivement award. “Pada awalnya tujuan program ini diciptakan untuk memperkuat hubungan relationship antara manajemen dengan karyawan perusahaan yang menjadi isu dibeberapa negara yang terjadi aksi mogok dan demo. Di beberapa negara tersebut biasanya dipicu karena jalinan komunikasi kurang berjalan dengan baik,” ucap Januar Rustandie, National Project Manager Score dari International Labour Organization (ILO).

Dia mengungkapkan, ILO percaya dengan memperkuat komunikasi dan kerjasama akan tercipta penghematan dan dukungan dari karyawan antara kedua belah pihak, maka perusahaan dapat meraih laba yang diharapkan. Terbukti program Score saat ini telah menjadi indikator kinerja dan diterapkan oleh 15 negara. (103)

 

Sumber : DENPOST, Senin, 10 Desember 2018