Workshop Penulisan Proposal Penelitian RISTEK-BRIN Tahun 2021

Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian tak terpisahkan dari aktivitas akademik para dosen. Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) memberikan dukungan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) guna meningkatkan kualitas dan kuantitas proposal penelitian dosen Unpar khususnya melalui pendanaan oleh RISTEK-BRIN.

Di awal tahun 2021 ini, LPPM Unpar mengadakan Workshop Penulisan Proposal Penelitian RISTEK-BRIN secara daring. Kegiatan workshop dibagi dalam empat pertemuan selama empat minggu yang membahas berbagai topik terkait penulisan proposal penelitian. LPPM Unpar menghadirkan narasumber yang kompeten sesuai dengan bidang yang dibahas. 

Kebijakan Riset, Panduan XIII Penelitian RISTEK, Hibah Kolaborasi Internasional

Workshop pertama diadakan pada Senin, 15 Februari 2021. Workshop ini menghadirkan Adhi Indra Hermanu, S.T.,M.T., M.M yaitu Kepala Sub Direktorat Riset Dasar, Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset Teknologi dan Badan Riset Nasional Republik Indonesia. Dalam kegiatan yang diikuti oleh 45 orang peserta ini, Adhi memfokuskan pemaparan pada penjelasan buku panduan XIII dan hibah penelitian kolaborasi internasional yang potensial untuk diakses. 

Dalam presentasinya, Adhi menjelaskan bahwa berdasarkan hasil Rakornas Kemenristek-BRIN 2021 telah disusun panduan untuk pendanaan tahun 2022 yang akan menjadi acuan. Menteri Riset dan Teknologi/BRIN mengarahkan tiga program sebagai basis. Yang pertama adalah program-program dalam satu tahun ke depan berprioritas pada penanggulangan covid, dimana insan IPTEK dapat diharapkan berkontribusi dalam penyelesaian permasalahan pandemi ini. Yang kedua adalah dana riset akan difokuskan pada PRN (Prioritas Riset Nasional) yang sudah ditetapkan. Terakhir adalah Program Bakti Inovasi (pengabdian masyarakat, skema inovasi).

“Dari ketiga program tersebut untuk menghasilkan paradigma baru penelitian, maka penelitian harus berorientasi terhadap invensi dan inovasi, penelitian harus berdampak secara akademis dan sosial ekonomi dan penelitian yang dalam waktu tertentu sampai ke pengguna.” ungkap Adhi.

Dia kemudian menyampaikan bahwa Fokus riset PRN tahun 2020-2024 berdasarkan Permenristek diantaranya adalah pangan-pertanian, energi terbarukan, kesehatan obat, hankam, maritim, engineering, transportasi, sosial humaniora-seni-kebudayaan pendidikan, dan multidisiplin. 

Adhi menambahkan bahwa pendanaan di tahun 2021 dan tahun 2022 pimpinan Kemenristek-BRIN menerapkan kebijakan penelitian berbasis output, dimana para dosen dapat lebih nyaman dalam melakukan riset. Pertanggungjawabannya adalah outputnya, dimana ketika dana diberikan untuk memenuhi output tersebut. 

TKT, Road Map dan State of the Art (Kebaharuan)

Workshop kedua ini dilaksanakan pada Rabu, 24 Februari 2021. Dr. Drajat Tri Kartono dari Universitas Sebelas Maret hadir selaku narasumber. Beliau adalah salah satu reviewer nasional bersertifikat. Kegiatan dihadiri oleh lebih kurang 60 peserta.

Dalam workshop ini, Dr. Drajat memaparkan bagaimana cara membuat Roadmap yang benar, apa saja yang harus ada dalam Roadmap, dan apa perbedaannya dengan metode penelitian. “Roadmap tidak sekedar dokumen Perencanaan Riset tetapi juga merupakan komitmen dan kebersamaan tentang cita-cita dan cara mencapainya.,” paparnya. “Maka fokus, integritas dan kesediaan berbagi dengan pihak lain adalah kunci keberhasilan roadmap.” 

Selain itu, narasumber juga menjelaskan terkait cara menghitung Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) yang merupakan ukuran yang menunjukkan tahapan atau tingkat kematangan atau kesiapan teknologi pada skala 1-9 yang mana antara satu tingkat dengan tingkat yang lain saling terkait dan menjadi landasan bagi tingkatan berikutnya.

Dan yang terakhir, Narasumber menjelaskan cara menampilkan State of the Art atau perkembangan ilmu terakhir yang dikelompokkan berdasarkan skema penelitian. Dengan adanya kebaruan riset sumbangan hasil atau luaran penelitian terhadap penyempurnaan ilmu pengetahuan dan atau produk teknologi aplikatif untuk kesejahteraan masyarakat. 

Literatur Review, Daftar Pustaka, dan Software Referensi

Untuk workshop ketiga yang diadakan pada tanggal 2 Maret 2021 ini, LPPM Unpar mengundang Prof. Dr. Dharma Lesmono sebagai narasumber. Selain aktif dalam penelitian pendanaan RISTEK-BRIN, Prof. Dharma juga merupakan salah satu reviewer penelitian Unpar yang bersertifikat.

Dalam paparannya, Prof. Dharma menjelaskan bagaimana pentingnya memilih literatur yang bertujuan untuk menunjukkan kebaruan dan memberikan ide, informasi dan asumsi yang relevan dengan penelitian yang dilakukan.  Kebaruan literatur yang digunakan pun menjadi salah satu aspek penilaian proposal penelitian. Prof. Dharma juga menjelaskan bagaimana melakukan pencarian literatur, sumber pencarian, kriteria jurnal, sumber daftar pustaka, dan Perangkat Lunak Pengelolaan Referensi. 

Metode, Jadwal, Luaran Penelitian, dan Anggaran

Rangkaian workshop dari LPPM Unpar ditutup dengan workshop keempat yang dilaksanakan pada Senin, 8 Maret 2021. Untuk workshop ini, LPPM mengundang Prof. Dr. Hotniar Siringoringo sebagai narasumber. Prof. Hotniar adalah dosen dari Universitas Gunadarma yang merupakan reviewer nasional bersertifikat. 

Dalam paparannya, Prof. Hotniar menjelaskan pentingnya menyusun metode penelitian secara sistematis, detail, dan lengkap. ia menjelaskan bahwa prinsip dasar metode penelitian yang baik harus mengikuti prinsip metode ilmiah dengan berdasarkan bukti empiris, konsep yang relevan, focus pada tujuan yang ditetapkan, memegang etika dan netralitas, dan terbuka supaya bisa dikritisi dan diulang untuk menguji kesimpulan. 

Prof Hotniar juga menambahkan bahwa luaran penelitian juga perlu ditetapkan dengan jelas. Luaran penelitian seperti publikasi, produk, dokumen pengujian, dan lainnya yang disesuaikan dengan skema penelitian. Prof Hotniar juga menjelaskan bahwa 

Kedua hal tersebut (metode dan luaran) selanjutnya menjadi dasar saat peneliti membuat rancangan anggaran penelitian. Rancangan anggaran tersebut  mengacu pada SBK dan SBM (Peraturan Menteri Keuangan RI No.112/PMK.02/2020). Selain itu anggaran yang dibuat dalam proposal juga baiknya tidak sama dari tahun ke tahun. Relasi proposal dan anggaran sangat terkait karena banyak terjadi dalam proposal penelitian yang tidak berhasil lolos disebabkan anggaran yang disetujui tidak sesuai dengan usulan. 

Klinik Proposal

Mendukung empat workshop tersebut, secara berkesinambungan LPPM Unpar mengadakan klinik proposal penelitian RISTEK-BRIN yang berakhir pada minggu keempat Maret 2021. Selanjutnya, untuk meningkatkan mutu proposal secara lebih luas, LPPM Unpar merencanakan klinik proposal pada saat periode penerimaan proposal sudah dibuka. Harapannya, semua proposal yang akan di-submit dapat dikaji untuk memastikan kelayakan administrasi dan substansi proposal tersebut. 

Melalui workshop ini, diharapkan para peserta dapat menyusun proposal penelitian RISTEK-BRIN dengan panduan yang didapatkan dalam setiap sesi workshop. Semoga workshop ini mendukung proposal, dan selanjutnya penelitian yang dapat didanai oleh RISTEK-BRIN. (HTS/DAN – Divisi Publikasi. Sumber: Rilis LPPM Unpar)