Beranda / Berita / Special Session on Globelics Conference: ASEAN STI Policies

Special Session on Globelics Conference: ASEAN STI Policies

Global Entrepreneurship Monitor (GEM) Indonesia denganglobelics-1 didanai oleh International Development Research Centre (IDRC) Canada meramaikan kegiatan Globelic Conference yang diadakan di Bandung pada tanggal 12-14 Oktober melalui Special Session mengenai STI Policies in ASEAN countries, tepatnya yang berjudul “STI Policies and economic development: The East Asian experience”. Kegiatan Globelics tahun 2016 diselenggarakan oleh Universitas Padjadjaran dan bertemakan “Theme: Innovation, Creativity & Development:  Strategies for Inclusiveness & Sustainability”.

Globelics (the Global Network for Economics of Learning, Innovation, and Competence Building Systems) merupakan forum komunikasi proses belajar interaktif North-South dan South-South yang menekankan inovasi dan bertujuan untuk merangsang dan meningkatkan kualitas penelitian pada pengembangan  inovasi secara global.

Dalam kegiatan ini, special session yang dimotori oleh GEM dan IDRC meghadirkan para panelis yang memaparkan kondisi sains, teknologi dan inovasi (STI) di tiga Negara ASEAN, yaitu Kamboja, Indonesia dan Malaysia. Kamboja, menurut Prof. Chhem Rethy, directur Cambodia Development Resource Institute (CDRI) memfokuskan strategi kebijakan STInya pada penguatan manusianya dengan menekankan pada penguatan kemampuan dan kapasitas sumber daya manusianya dan penguatan infrastruktr penelitian. Prof. Erman Aminullah dari LIPI Indonesia menegaskan bahwa tingkat inovasi di Indonesia cenderung tinggi, namun tanpa perencaanaan riset dan pengembangan yang formal. Dana terbatas untuk riset dan pengembangan membatasi kemampuan pengembangan penelitian. Hal serupa dikemukakan oleh Prof Tulus Tambunan yang memaparkan hasil kajian Global Competitiveness Report yang menunjukkan inovasi Indonesia yang relative tinggi namun kesiapan teknologi (technology readiness) yang relatif rendah. Dr Thiruchelham dari Malaysia memaparkan bahwa dalam tahun-tahun terakhir kecenderungan dari Malaysia menekankan pada kuantitas hasil penelitian dibandingkan kualitas. Meskipun inovasi di Malaysia cenderung tinggi, namun komitemen, sinergi dan proses monitoring dan evaluasi akan kegiatan STI cenderung rendah. Pael sepakat bahwa peningkatan STI di ASEAN masih memerlukan perhatian dan pengelolaan yang baik (good governance). Sinergi dan kepemimpinan bervisi pada pengembangan inovasi diperlukan di area ASEAN untuk memperkuat kemampuan invasi di ASEAN.

globelicsSpecial session ini dimoderasi oleh Catharina B Nawangpalupi sebagai ketua GEM Indonesia dan ditutup dengan diskusi mengenai pentingnya inovasi sebagai keunggulan bersaing bagi Negara tersebut dan komunitas regional ASEAN.