Beranda / Berita / Program Unggulan 2013

Program Unggulan 2013

1. Penataan Sistem Pengelolaan Kegiatan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

a. Penetapan Peraturan Yayasan dan Peraturan Rektor

Pada awal tahun 2013, LPPM memproses pengusulan Peraturan Pengurus Yayasan dan Peraturan Rektor untuk menata pengelolaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sebagai bentuk pelembagaan untuk sejumlah langkah penataan yang sudah dimulai sejak tahun 2008. Peraturan dimaksud ditetapkan dengan Peraturan Pengurus Yayasan Nomer 4 Tahun 2013 dan tata laksananya dengan Peraturan Rektor Nomer: III/PRT/2013-01/013, menggantikan Peraturan Yayasan Nomer: II/2005-07/09-SK  Tahun 2005.

Peraturan ini menata persyaratan dosen untuk mengakses hibah, skema hibah, tata laksana, dan capaian yang diharapkan untuk setiap hibah. Skema hibah penelitian dosen ditata menjadi hibah dosen muda, hibah monodisiplin, hibah multidisiplin, dan hibah pascasarjana. Sementara itu, hibah pengabdian dibedakan menjadi hibah bagi pembangunan masyarakat dan hibah bagi penerapan teknologi. Sebagai tindak lanjut peraturan, LPPM juga sudah membarui semua prosedur kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk prosedur pengajuan proposal, evaluasi proposal, penetapan dan perjanjian pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta pelaporan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Untuk memberikan penghargaan terhadap capaian kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, karya ilmiah dosen diberikan insentif berdasarkan Peraturan Pengurus Yayasan Nomer 5 Tahun 2013 dan Peraturan Rektor Nomer: III/PRT/2013-01/014 tentang Pemberian Insentif Karya Ilmiah Dosen Universitas Katolik Parahyangan. Pengakuan terhadap karya ilmiah dosen juga dilakukan dengan penerbitan buku karya ilmiah dosen, dimulai sejak tahun 2012 dan diulangi lagi pada tahun 2013.

b. Pemetaan Kinerja Penelitian – Dikti 2013

Pada tahun 2013, Universitas Katolik Parahyangan kembali mengikuti pemetaan kinerja penelitian yang diwajibkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) untuk perguruan tinggi dalam rangka penerapan kebijakan desentralisasi penelitian, Dikti. Pemetaan ini merupakan kali kedua setelah menjadi salah satu dari sekitar 400 perguruan tinggi yang diundang mengikuti pemetaan kinerja penelitian pada akhir tahun 2010 karena mendapatkan sejumlah hibah penelitian dikti sejak tahun 2009. Berdasarkan hasil pemetaan kinerja penelitian pada tahun 2010, Universitas Katolik Parahyangan masuk dalam klaster madya sehingga mendapatkan hak dan kewajiban dalam pengelolaan penelitian, termasuk hak untuk mendapatkan alokasi dana penelitian sesuai dengan klasternya.

Pemetaan kinerja penelitian tahun 2013 bertujuan untuk mengukur kinerja penelitian setiap perguruan tinggi, yang didasarkan kepada hasil analisis sumber daya penelitian (termasuk sumber dana dari hibah nasional dan internasional), manajemen penelitian (termasuk kapasitas LPPM dalam mengelola penelitian dan kelembagaan unit penelitian), luaran penelitian (seperti makalah dalam jurnal dan buku), dan revenue yang diperoleh sebagai tindak lanjut dari hasil-hasil penelitian perguruan tinggi. Pengisian semua data yang dilengkapi dengan bukti-bukti sah pada Pemetaan Kinerja Penelitian Perguruan Tinggi dilakukan secara online dengan login sebagai operator perguruan tinggi bidang penelitian melalui SIM-LITABMAS (www.simsiltabmas.dikti.goid). Untuk seterusnya, pengisian data pada SIM-LITABMAS akan dilakukan berkala dan berkelanjutan setiap saat secara online.

Dalam pelaksanaan pemetaan kinerja penelitian, Rektor menugaskan tim yang dipimpin oleh kepala LPPM dan dibantu oleh Asisten Direktur Bidang Akademik Program Pascasarjana dan para Wakil Dekan Bidang Akademik  dari semua fakultas di lingkungan Universitas Katolik Parahyangan. Pada saat ini, hasil pemetaan kinerja penelitian perguruan tinggi belum diumumkan hasilnya.

2. Kerjasama Triparit Balai Tahura Ir. H. Djuanda, Unpar dan YSLH

Berawal dari MOU kerjasama tripartit antara Balai Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda – Universitas Katolik Parahyangan – Yayasan Sahabat Lingkungan Hidup (YSLH) pada tahun 2012, Rektor menugaskan Ir. Yohannes Karyadi Kusliansyah M.T., untuk mengkoordinasi kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai tindak lanjut MOU tripartit diatas, bekerja sama dengan kepala LPPM.

Hasil penelitian yang sudah dilakukan pada tahun 2012 adalah:

  1. Buku 1 Konsep Masterplan Tahura Ir. H. Djuanda 2014-2048
  2. Buku 2 Usulan Perancangan Pengembangan Blok Pemanfaatan – Kawasan Zona 1
  3. Buku 3 Lampiran Usulan Gambar Perancangan Pengembangan Blok Pemanfaatan – Kawasan Zona 1
  4. Buku 4 Risalah konsep Masterplan Tahura Ir. H. Djuanda 2014-2048
  5. Buku 5 First Book Summary: Tahura Djuanda Master Plan Concept 2014-2048

Untuk tahun 2013, Kepala Balai Tahura Ir. H. Djuanda menerbitkan Surat Keputusan No: 090/05/Kpts/TAHURA tentang Pembentukan Tim Penyusun Master Plan Tahura Ir. H. Djuanda. Untuk itu, kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dilakukan untuk mendukung pembuatan master plan Tahura Ir. H. Djuanda 2014 – 2048. Ketua peneliti dan judul penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan pada tahun 2013, dengan pendanaan dari Universitas Katolik Parahyangan adalah:

  1. Y. Karyadi Kusliansjah, Adaptasi Kolam Pakar TAHURA Ir. H. Djuanda Sebagai Arena Ruang Publik Kota Bandung
  2. Sri Rahayu Oktoberina, Aspek Hukum Pengelolaan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda
  3. Catharina Badra Nawangpalupi, Analisis dan Penguatan Rantai Nilai Pemanfaatan bioslurry Sebagai Pupuk Organik di Tahura Djuanda
  4. Franseno P, Kajian Ruang Sirkulasi pada Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda
  5. Tito Gunawan Wigono, Menggali Potensi Kesejarahan TAHURA dalam Pengembangan Arsitektur Kawasan Pariwisata yang Berbasis pada Eco – Culture.

Kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat diatas sudah dipaparkan dan dibahas pada kegiatan focus group discussion I (21 Maret 2013), focus group discussion II (4 Juli 2013) dan lokakarya penyusunan master plan (17-18 November 2013). Dalam rangka lokakarya penyusunan master plan, Tim Penyusun menerbitkan Buku 6 Risalah Konsep Master Plan Ir. H. Djuanda yang menjadi bahan pembahasan para pemangku kepentingan yang diundang pada lokakarya tersebut.

Master plan Tahura Ir. H. Djuanda mencita-citakan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda menjadi Centre of World Heritage Tripical Forest Park, yang diawali dengan pembentukan citra baru Tahura Ir. H. Djuanda untuk periode 2014-2018.

3. Global Entrepreneurship Monitor (GEM)

Pada tahun 2013, Unpar melalui LPPM – Pusat Studi Usaha Kecil Menengah (CoE SMEs) telah bergabung dengan The Global Entrepreneurship Monitor (GEM). Bergabungnya Unpar dalam Global Entrepreneurship Monitor (GEM, www.gemconsortium.org) didanai atas hibah dari IDRC (International Development Research Centre, Canada) untuk kurun waktu 3 tahun (2013-2015).

The Global Entrepreneurship Monitor (GEM) adalah program penilaian tahunan kegiatan kewirausahaan, aspirasi dan sikap individu di berbagai negara. GEM dimulai pada tahun 1999 dalam bentuk kemitraan antara London Business School dan Babson College. Studi pertama mencakup 10 negara, dan sejak saat itu hampir 100 tim dari berbagai negara telah berpartisipasi dalam proyek yang terus berkembang pada setiap tahunnya. Estimasi anggaran global proyek mencapai hampir US $ 9 juta.

GEM mengeksplorasi peran kewirausahaan dalam pertumbuhan ekonomi nasional, meluncurkan secara rinci fitur dan karakteristik nasional yang terkait dengan aktivitas kewirausahaan. Data yang dikumpulkan beragam dan diolah oleh tenaga ahli, menjamin kualitas dan memfasilitasi perbandingan lintas-nasional.

GEM mempunyai 3 (tiga) tujuan utama, meliputi:

  1. Mengukur perbedaan-perbedaan dalam setiap tingkat aktivitas pengusaha diantara negara-negara.
  2. Menemukan faktor-faktor dominan yang tepat dalam setiap tingkat pengusaha.
  3. Menyarankan kebijakan yang memungkinkan peningkatan aktivitas pengusaha.

GEM unik karena, tidak seperti data kewirausahaan lainnya yang mengukur perusahaan baru dan kecil, studi GEM, di tingkat akar rumput, mengukur perilaku individu sehubungan dengan memulai dan mengelola bisnis. Pendekatan ini memberikan gambaran yang lebih rinci tentang kegiatan kewirausahaan dibandingkan dengan data resmi yang disampaikan oleh pemerintah.

Keterlibatan Unpar dalam GEM meliputi 2 kegiatan survei besar yang meliputi 2 jenis: Adult Population Survey (APS) dan National Expert Survey (NES).  APS merupakan survei nasional dengan jumlah responden sebesar 4.500 responden dan digunakan untuk menilai tingkat kewirausahaan Indonesia, yang secara spesifik terukur dengan TEA (Total Early-Stage Entrepreneurship Activities). NES adalah survei kepada 36 responden di level nasional yang bergerak dalam bidang kewirausahaan dan ahli pada area finansial, program pemerintah, kebijakan, pendidikan, transfer teknologi, komersial, infrastruktur legal, keterbukaan pasar, infrastruktur fisik dan budaya serta norma sosial.

Tim Indonesia untuk GEM terdiri dari Catharina Badra Nawangpalupi, Ph.D. sebagai ketua tim dan Dr. Agus Gunawan, Gandhi Pawitan, Ph.D., Maria Widyarini, SE., MT. serta Triyana Iskandarsyah, Dra., M.Si.