Home / Berita / Pendampingan LPPM dan Pelatihan Reviewer Universitas Katolik De La Salle dan STF Seminari Pineleng

Pendampingan LPPM dan Pelatihan Reviewer Universitas Katolik De La Salle dan STF Seminari Pineleng

Dalam rangka untuk meningkatkan pengelolaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di Universitas Katolik de La Salle Manado, maka pada tanggal 22-23 Maret 2018 LPPM UNPAR berkesempatan untuk memberikan sharing pengalaman dalam pengelolaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut terdiri dari 3 sesi utama, yaitu yang pertama terkait dengan kebijakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,  lalu yang kedua adalah pendampingan / pelatihan reviewer, dan yang ketiga adalah sharing pengelolaan kegiatan penelitian/pengabdian kepada masyarakat di LPPM.

Dalam sesi pertama, kegiatan dihadiri oleh Rektor, WR 1, WR 2, dan Kepala dan Sekretaris LPPM dari Unika de La Salle Manado. Pada sesi pertama ini, lebih banyak dilakukan diskusi tentang kebijakan dan peraturan untuk pengelolaan kegiatan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat yang didasarkan pada Delapan Standar Nasional Penelitian maupun Standar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat menurut Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Selain itu, sesi ini juga membahas tentang komponen-komponen penilaian RISTEKDIKTI terkait kinerja penelitian universitas. Penilaian kinerja penelitian universitas ini menjadi dasar dalam clustering perguruan tinggi yang berdampak pada kewenangan perguruan tinggi dalam mengelola kegiatan penelitian dengan pendanaan RISTEKDIKTI.

Sesi berikutnya adalah pelatihan reviewer. Sesi ini dihadiri oleh para calon reviewer penelitian maupun pengabdian di Unika de La Salle Manado maupun Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Seminari Pineleng. Para calon reviewer dibekali terlebih dahulu dengan garis besar penulisan proposal dan kode etik reviewer. Sebagai seorang reviewer, maka seorang dosen harus mampu menilai secara objektif dan terbuka terhadap materi proposal yang akan direview. Selain itu, reviewer juga harus dapat memahami konsep dari skema proposal penelitian/pengabdian yang direview.

Pada hari ke-2 materi yang diberikan lebih spesifik terkait dengan peta jalan, perhitungan Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT), pendaftaran SINTA, dan praktek mereview proposal. Pada sesi tersebut, setiap peserta diberikan menu dalam bentuk file Excel yang dimiliki RISTEKDIKTI untuk mencoba menentukan TKT terkait penelitian masing-masing. Pada bagian ini ditekankan bahwa nilai TKT tidak menunjukkan baik buruknya suatu penelitian. Nilai TKT 1 tidak lebih buruk dari TKT 9, demikian pula sebaliknya. Selanjutnya, para calon reviewer yang belum mendaftar di Science and Technology Index (SINTA) diajak untuk langsung praktek dalam pendaftaran akun SINTA. SINTA adalah portal yang berisi tentang pengukuran kinerja ilmu pengetahuan dan teknologi yang meliputi antara lain kinerja peneliti/dosen, kinerja jurnal, maupun kinerja institusi.

Sementara itu, sesi ketiga juga diadakan pada hari ke-2 pada kelas yang berbeda. Sesi ketiga ini dihadiri oleh staf LPPM dari Unika de La Salle Manado dan STF Seminari Pineleng, selain itu, hadir pula beberapa dosen dari Unika de La Salle Manado. Sesi ini lebih banyak membahas tentang pembuatan prosedur dan sharing pengalaman LPPM UNPAR dalam pengelolaan kegiatan penelitian dan pengabdian. Pembuatan prosedur diharapkan dapat mengikuti standar tertentu sehingga dapat mengakomodasi kebutuhan pada saat pengisian kinerja penelitian maupun akreditasi institusi. Selain itu dalam pengelolaannya, kontrol terhadap jadwal kegiatan, alur, dan persyaratan yang tertera dalam prosedur menjadi penting dalam pengelolaan di LPPM. Sama dengan pembahasan SINTA pada sesi 2, pada sesi 3 ini pun terdapat pembahasan tentang SINTA, dan para dosen yang belum  memiliki akun SINTA diajak untuk langsung praktek mendaftarkan diri di SINTA.