Home / Berita / Pendampingan Budaya Menulis dan Meneliti SMA Trinitas

Pendampingan Budaya Menulis dan Meneliti SMA Trinitas

Salah satu bentuk kerja sama yang telah dilakukan oleh UNPAR bersama dengan SMA Trinitas adalah pendampingan para guru dan siswa untuk kelas Budaya Menulis dan Meneliti. Pendampingan ini telah dilakukan sejak tahun 2015 berupa pemberian materi untuk para siswa maupun para guru SMA Trinitas. Selain itu, para dosen UNPAR pun secara rutin diminta untuk  membantu dalam proses penilaian/penjurian terhadap hasil dari proyek-proyek yang dilakukan para siswa dalam kelas Budaya Menulis dan Meneliti.

Pada kesempatan kali ini, bentuk pendampingan yang dilakukan adalah dengan memberikan pendampingan terkait metode penelitian yang telah maupun akan dilakukan para siswa untuk mengerjakan proyeknya. Kegiatan pendampingan ini dilakukan pada tanggal 7, 8, dan 12 Maret 2018 untuk kelas yang berbeda-beda. Dosen-dosen yang terlibat berasal dari beberapa prodi, diantaranya Teknik Kimia, Teknik Industri, Teknik Elektro, Teknik Informatika, Manajemen, Matematika, dan Ilmu Administrasi Publik.

Dalam kegiatan pendampingan tersebut, para dosen mendampingi kelas-kelas dengan bidang ilmu yang sesuai. Metode pendampingan pun berbeda-beda setiap kelas. Untuk kelas 10, karena target proyek para siswa adalah proposal penelitian, maka pendampingan lebih difokuskan pada metode penelitian dan pembahasan draft proposal. Sementara untuk kelas 11 yang sudah melakukan penelitian, selain membahas metode penelitian, para dosen juga memberikan masukan-masukan untuk memperbaiki kegiatan para siswa tersebut. Di beberapa kelas pun terlihat diskusi-diskusi yang cukup panjang untuk membahas kesulitan-kesulitan yang dihadapi para siswa dalam menjalankan kegiatan penelitiannya.

Beberapa dosen berkomentar cukup senang dengan kegiatan ini, dan cukup terkejut dengan topik-topik penelitian yang dipilih. Menurut beberapa dosen pendamping, topik-topik penelitian yang dikerjakan oleh para murid tersebut memiliki ide yang cemerlang. Tetapi untuk melaksanakannya sangat sulit sehingga topik-topik tersebut butuh disederhanakan agar dapat dilanjutkan penelitiannya. Antusiasme dosen terlihat dari adanya harapan untuk dilibatkan juga dalam penentuan topik penelitian, sehingga dapat memberikan masukan di awal sebelum proposal dibuat.