Beranda / Berita / H-Index Scopus

H-Index Scopus

Dalam Panduan Pengusulan Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat melalui SIMLITABMAS tahun 2015, salah satu butir ketentuan umum menegaskan bahwa:

  • Setiap dosen boleh mengusulkan maksimal dua proposal penelitian (satu proposal sebagai ketua dan satu proposal sebagai anggota atau dua proposal sebagai anggota pada skema yang berbeda) dan dua proposal pengabdian kepada masyarakat (satu proposal sebagai ketua dan satu proposal sebagai anggota atau dua proposal sebagai anggota pada skema yang berbeda).
  • Khusus bagi dosen yang mempunyai h index Scopus • 2 dapat mengajukan usulan penelitian sebanyak dua judul sebagai ketua dan dua judul sebagai anggota.

Ketentuan ini sejalan dengan edaran Dirjen Dikti (31 Januari 2013) supaya mewaspadai publikasi pada predatory journal pada awal tahun 2013, dan mengacu pada index Scopus dan ISI Thomson Reuter. Untuk tahun 2015, dosen yang hendak mengunggah proposal penelitian dalam SIMLITABMAS juga diminta mengisi H-Index Scopus-nya. Lalu, apakah H-Index Scopus?

H-Index merupakan salah satu dari pengukuran kinerja penelitian (research performance measurement – RPM) atau bibliometric (Hirsch, 2005). The h-index sudah digunakan oleh Scopus untuk memperkaya pengukuran kinerja penelitian, menggunakan database karya ilmiah dengan sitasinya (Dingwel, 2007). H-index ini mengukur baik produktivitas maupun kualitas karya ilmiah yang dicerminkan dari jumlah sitasi oleh karya ilmiah lain.

Untuk menghitung h-index Scopus dapat dimulai dari h-index Scopus di web lppm.