Beranda / Berita / Business Coaching Bank BJB

Business Coaching Bank BJB

Perkembangan perekonomian Indonesia sangat dipengaruhi oleh pengembangan sektor usaha UMKM. Mengapa tidak? Lebih dari 90% usaha di negara ini adalah pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. Sektor tersebut menyerap lebih dari 90% tenaga kerja, dan sangat berperan dalam ketahanan perekonomian Indonesia pada krisis yang terjadi di beberapa belahan dunia belakangan ini.

Penciptaan ketahanan sektor UMKM berkaitan erat dengan penciptaan lapangan kerja, penyerapan modal kredit dan perencanaan investasi yang baik. Kredit secara umum merupakan program komersial yang dilakukan oleh perbankan untuk mendapatkan keuntungan dari bunga. Namun, bila ditelaah lebih jauh dan dikaitkan dengan penguatan sektor UMKM maka penyaluran kredit yang berkualitas dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UMKM tersebut.

Permasalahan yang timbul belakangan ini adalah saat pemerintah mendorong percepatan penyaluran dana bagi UMKM seperti KUR (Kredit Usaha Rakyat) terdapat backlog antara penyaluran dana dan kemampuan UMKM tersebut untuk mengelola dana tersebut. Hal ini dapat dilihat bagaimana di pertengahan 2015 pemerintah membatasi penyaluran KUR hanya kepada beberapa Bank saja, yang mempunyai NPL (Non Performing Loan) di bawah 5%. Beberapa Bank penyalur dana KUR mengalami masalah dengan NPL di atas persyaratan maksimal yang diberikan oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Melihat hal tersebut perbankan merasa perlu untuk secara paralel selain melakukan penyaluran kredit yang lancar sekaligus juga memberikan pendampingan yang tepat kepada debitur mereka, secara khusus UMKM demi menjaga dan meningkatkan daya saing UMKM tersebut, dan tentu saja berkaitan langsung dengan kelancaran pembayaran pinjaman setiap jangka waktunya. Berdasarkan hal ini, Bank bjb sebagai salah satu bank daerah terbesar di Indonesia merasa perlu untuk bekerja sama dengan Pusat Studi UKM UNPAR, (Center of Excellence Small Medium Enterprises DevelopmentCOE SMED) terkait dengan pelatihan bagi manajer-manajer kredit mereka untuk mendapatkan pemaparan dan pelatihan mengenai business coaching. Business coaching ini menjadi bekal bagi para manajer kredit untuk mendampingi para UMKM debitur mereka, dan diterapkan untuk penguatan UKM ini.

Pelatihan dilakukan pada 20-22 November 2015 lalu di Diklat Bank BJB Pusat. Dalam pelatihan tersebut, para business coach UNPAR memaparkan modul-modul yang menggambarkan proses pendalaman profil bisnis klien, analisa kelayakan, hingga metode pembimbingan klien agar mencapai keunggulan bersaing di bisnis mereka.

Pelatihan tersebut merupakan rangkaian awal dalam kerjasama Bank BJB dan COE SMED UNPAR kedepannya, dan hal itu menunjukkan komitmen UNPAR dalam berperan aktif mengembangkan kewirausahaan di Indonesia melalui pakar-pakar yang dimilikinya. COE SMED yang merupakan sebuah unit UNPAR yang berfokus kepada pengembangan penelitian, pelatihan, hingga inkubasi bisnis di Indonesia, bekerjasama secara strategis dengan beberapa pihak berpengaruh dan bibit-bibit bisnis potensial di Indonesia.

Seperti kata pepatah, sesuatu yang besar berawal dari sesuatu yang kecil, dan sesuatu yang kecil diawali dengan keyakinan, semangat dan aksi. Perekonomian yang besar dan makmur akan dimulai dari UMKM yang berdaya saing, dan disitulah peran nyata yang akan dilakukan COE SMED UNPAR kedepan. (Dianta Hasri, Dosen DIII Manajemen UNPAR)

 

Berikut adalah foto-foto selama kegiatan berlangsung :

DSC_0647DSC_0364-tile DSC_0641 DSC_0481 DSC_0446 BC BJB DSC_0570