Home / Berita / Sosialisasi dan Workshop Penulisan Proposal RISTEKDIKTI

Sosialisasi dan Workshop Penulisan Proposal RISTEKDIKTI

Untuk meningkatkan jumlah dosen yang memasukan proposal penelitian hibah Ristekdikti dan juga meningkatkan proposal penelelitian yang didanai oleh Ristekdikti, maka LPPM UNPAR menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Workshop Penulisan Proposal Ristekdikti. Pada kegiatan ini, LPPM UNPAR mengundang Bapak Ir. Eniman Yunus Syamsuddin, Ph.D. (Reviewer Nasional dan Tim Buku Panduan XI, Institut Teknologi Bandung) dan Bapak Dr. Drajat Tri Kartono (Reviewer Nasional dan tim Buku Panduan XI dan XII, Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta) sebagai narasumber.

Kegiatan tersebut dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pertama berupa penjelasan secara umum tentang hal yang perlu dipertimbangkan saat penulisan proposal dan kisi-kisi untuk panduan penulisan proposal yang baru. Lalu pada sesi kedua, peserta dibagi menjadi dua kelas paralel, yang terdiri dari kelas sosial humaniora dan kelas teknik dan sains. Pada sesi kedua ini pembahasan lebih spesifik terkait teknis penulisan proposal.

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh para narasumber, hal penting dalam penulisan proposal RISTEKDIKTI adalah penentuan skema. Seringkali reviewer menemukan proposal yang tidak sesuai dengan skema yang diajukan sehingga mengakibatkan proposal tersebut ditolak. Hal lain yang ditekankan adalah penyusunan road map penelitian dan state of the art dari penelitian yang diajukan.

Berdasarkan kisi-kisi yang diberikan untuk panduan penelitian yang baru, persyaratan untuk mengakses dana penelitian saat ini berubah menjadi lebih mudah. Rencananya, untuk panduan baru, semua dosen bergelar Doktor dan berjabatan fungsional minimal Asisten Ahli sudah dapat mengakses hibah penelitian sebagai ketua peneliti. Hal ini berbeda dengan sebelumnya yang mensyaratkan dosen bergelar Doktor dan berjabatan fungsional minimal Lektor. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan proposal penelitian yang diajukan ke Ristekdikti. Selain itu, penulisan proposal direncanakan tidak lagi berupa proposal panjang berhalaman-halaman, tetapi berupa isian yang dapat langsung diisi melalui simlitabmas.

Tampaknya beberapa perubahan membuat pengajuan proposal menjadi lebih sederhana. Para narasumber menyebutkan bahwa harapannya panduan baru akan terbit pada akhir bulan Maret 2018 ini.

LPPM UNPAR mengundang Bapak/Ibu/Romo/Suster untuk turut mengakses pendanaan penelitian skema dari Ristekdikti. Untuk tindak lanjut kegiatan sosialisasi dan workshop kemarin, LPPM berencana akan mengadakan klinik proposal setelah panduan yang baru terbit. Untuk kegiatan ini, diharapkan Bapak/Ibu/Romo/Suster sudah memiliki proposal untuk diikutkan dalam klinik proposal.

Berikut ini adalah beberapa materi dari kegiatan workshop dan sosilisasi penulisan proposal (Jumat, 9 Maret 2018).